Merawat Cinta, Menyatakannya Lewat Kata

Hari Selasa lalu, kami diajak oleh Penerbit KPG untuk ngobrol bersama Salma Aristo (penulis dan sutradara) yang baru saja merilis buku kumpulan puisi berjudul Sesiung Setia, Sejumput Cemburu. Buku ini adalah kumpulan puisi yang ditulisnya untuk istrinya Gina S. Noer, istrinya sekaligus sutradara dan penulis skenario.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Puty Puar (BBB Book Club) ini, Mas Aris nggak hanya membahas soal proses kreatif di balik buku puisinya, tapi juga kisah-kisah manis dan menggemaskan dari pernikahannya bersama Mbak Gina, yang, tahun depan akan menginjak tahun ke-20!

Puisi Manis dan Inspirasi dari Marmer Kamar Mandi

Diskusi dibuka dengan pembacaan puisi oleh Mas Aris dan Mbak Gina. Mas Aris memilihkan dua puisi untuk dibaca oleh Mbak Gina, lalu Mbak Gina memilihkan puisi untuk dibacakan oleh Mas Aris. Manis sekali puisinya! Nggak menyangka, deh, kalau inspirasi dari salah satu puisinya adalah peristiwa yang cukup bikin deg-degan, yaitu Mbak Gina terpleset di lantai kamar mandi.

Menurut Mbak Gina, di antara mereka berdua, Mas Aris memang lebih tekun dalam mengamati dan mengolah rasa. Jangan heran kalau Buibu dan Manteman menemukan gantungan baju sampai handuk basah di tempat tidur di dalam puisi-puisinya. Kebiasaan mengobservasi ini, menurut Mas Aris, sudah dilakukannya sejak kecil. Salah satu buku yang menginspirasinya dalam menulis dan mengamati adalah buku Mengarang itu Gampang yang ditulis oleh Arswendo Atmowiloto.

Menulis Setiap Hari

Lalu, bagaimana buku puisi ini bisa diterbitkan?

Mas Aris mengatakan bahwa pada awalnya, ia tidak membayangkan bahwa puisinya akan dibukukan dan diterbitkan. Menulis puisi adalah kebiasaannya sejak kecil, dan karena itu juga, ia memiliki banyak mentor yang merupakan penulis puisi. Suatu hari, setelah mengirimkan sebuah puisi pada mentornya, ia mendapatkan respon positif yang menginspirasinya untuk mengumpulkan puisi-puisinya dan membukukannya. Walaupun, pada saat itu, masih belum terbayang akan seperti apa bukunya.

Meskipun buku ini rilis berdekatan dengan anniversary pernikahan Mas Aris dan Mbak Gina yang ke-20, buku ini bukanlah sebuah hadiah anniversary, tapi sebuah karya yang sangat personal dan emosional untuk Mas Aris dan bagaimana ia melihat keluarganya, terutama istrinya, dalam keseharian.

Marriage is Scary? True, but…

Satu hal yang juga dibahas dalam diskusi ini adalah tren “marriage is scary” yang belakangan ini cukup populer di media sosial. Mengingat tahun depan pernikahan Mas Aris dan Mbak Gina akan menginjak 20 tahun, kami pun menanyakan tanggapan mereka tentang fenomena ini. Ternyata, Mas Aris dan Mbak Gina justru setuju, loh! Marriage is scary, tapi…

… menurut mereka, menghadapi ketakutan tersebut adalah sebuah pilihan. Dalam hidup, akan selalu ada hal-hal yang menakutkan, dan kita dapat memilih ketakutan mana yang mau kita hadapi. Menghadapi ketakutan ini dapat selalu diusahakan dengan memberi ruang pada diri sendiri dan terus belajar. Karena, marriage is forever a working in progress yang harus selalu diusahakan oleh dua belah pihak.

Mbak Gina mengatakan bahwa dalam pernikahan mereka, Mas Aris adalah orang yang memiliki banyak hobi dan relasi. Hal inilah yang memberi ruang untuk seseorang mempertahankan identitasnya sebagai sendiri ini dan pada akhirnya memberi dampak positif dalam perannya sebagai ayah dan suami di dalam keluarga.

Menutup Sesi dengan Karya

Wah, seru banget, deh, diskusi tentang buku sampai hubungan pernikahan bersama kedua narasumber! Sampai nggak kerasa, ada agenda lain yang juga nggak kalah seru, yaitu sesi menulis puisi dan membacakannya.

Ada 4 prompt yang bisa digunakan peserta untuk menulis puisi singkat. Lalu, setelah puisi ditulis, beberapa peserta maju ke depan untuk membacakan puisinya. Ada hadiah berupa voucher Gramedia juga dari panitia! Makin semangat, deh, semuanya!

Senang sekali, deh, bisa mengakhiri hari kerja kali ini dengan diskusi yang insightful dan aktivitas kreatif yang berbeda dari biasanya. Terima kasih kepada dua narasumber yang sudah bersedia berbagi, juga tim KPG dan Gramedia Jalma untuk ajakan serunya. Sampai bertemu dalam kegiatan lainnya!

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.