Literasi Iklim sebagai Bekal Aksi Iklim Ibu

Menunjukkan kasih sayang pada hari kasih sayang nggak selalu harus kepada pasangan, anggota keluarga, ataupun sahabat. Kita juga bisa, loh, menunjukkan kasih sayang kepada bumi dengan mempelajari apa saja yang bisa kita usahakan demi kelestarian bumi di tengah isu krisis iklim yang kian mendesak.

Di tanggal 14 Februari 2026 lalu, Komunitas Baca Bincang Buku mengundang kak Puty Puar (Founder, Executive Director BBB Book Club) dan kak Hanna Astaranti (Comms and Engagement Specialist Climate Reality Indonesia) untuk mengisi sebuah seminar bertajuk “How to Increase Climate Literacy through Bookclub“. Meskipun kegiatan berlangsung secara hybrid, peserta yang hadir langsung di kedai kopi di Garut, Jawa Barat, tetap bisa berpartisipasi dengan aktif.

Kenapa Ibu Perlu Paham Krisis Iklim?

Dalam paparannya, kak Puty mengatakan bahwa ibu-ibu adalah kelompok yang menerima dampak langsung dari krisis iklim, tapi juga merupakan kelompok yang paling sulit untuk menyelamatkan diri dari dampak tersebut. Selain itu, isu iklim juga terasa jauh dan ilmiah, padahal justru paling terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu-ibu yang memiliki pemahaman tentang krisis iklim tidak hanya akan lebih percaya diri dalam menyuarakan keresahan dan permasalahan yang mereka hadapi, tapi juga dapat menjadi penggerak untuk ibu-ibu lainnya agar bergerak melakukan aksi secara bersama-sama. Hal ini dapat membuat perspektif ibu dan perempuan secara umum semakin dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan terkait iklim.

Komitmen Negara dan Aksi Bersama

Dalam sesinya, kak Hanna melanjutkan penjelasan tentang NDC alias Nationally Determined Contribution. NDC adalah komitmen setiap negara untuk menurunkan emisi dan menghadapi dampak perubahan iklim. Indonesia sendiri berkomitmen untuk menurunkan emisi, melakukan transisi ke sumber energi terbarukan, melindungi hutan, dan bisa beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Ibu bisa, loh, mengambil peran untuk memenuhi komitmen ini! Karena ibu memiliki peran penting dalam keluarga sebagai seseorang yang dapat mengatur konsumsi rumah tangga dan membentuk pola pikir anak. Ibu yang tergabung dalam komunitas juga memiliki kekuatan sekaligus peran sebagai agen perubahan.

Hal ini sejalan dengan yang diceritakan oleh kak Puty pada sesinya. Salah satu kegiatan dalam program Climate Literacy for Mothers yang diinisiasi BBB sejak tahun 2014 adalah kegiatan aktivasi buku seri Keluarga Panik. Kegiatan ini dilakukan oleh komunitas-komunitas read aloud lokal di berbagai daerah di Indonesia, dan sebagian besar yang terlibat adalah perempuan dan ibu!

Senang sekali bisa berbagi dengan ibu-ibu yang bersemangat belajar di komunitas Baca Bincang Buku dan ikutan berbagi insight bersama kak Hanna dari Climate Reality Indonesia. Meskipun terpisah jarak, tapi semangatnya terasa banget, loh! Semoga bisa bertemu langsung di lain kesempatan!

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.