‘Migrantik’ and Conversations on SEA Literature

Sunday, 20 November 2022
16.00 WIB
IG Live @bbbbookclub & @nwilwayco

Speaker: Norman Wilwayco

Norman Wilwayco, eLearning developer living in Sydney, is the recipient of two Grand Prize for Filipino Literature from the Palanca awards; first for his debut novel Mondomanila, and second, for his sophomoric work, Gerilya.

He grew up in three different regions across the Philippines: Cebu, Mindanao, and Metro Manila. He’s been a toy maker, a carpenter’s apprentice, an undertaker’s helper, a scriptwriter for a children’s TV show, a clerk, and a graphic designer.

His first novel, Mondomanila, received the Grand Prize for Filipino Literature from the Palanca Awards in 2002. The gritty, revenge-embezzlement story gained a cult following and has been adapted for the screen.

He has also written several short stories collected in Responde and Rekta. One of his short stories, Kahon, has received first prize from the Gawad Ka Amado.

He also writes for the big screen, working with independent filmmakers. His most recent one, co-written with the director, Leave if for Tomorrow for Night Has Fallen won Best Screenplay at the Cinema One Originals Digital Film Festival.

Migrantik is his third novel.

About:

In the IG live, we talked about Norman’s creative and writing process, about the translation and Norman also shared some insight about being SEA author. Psst, Norman also shared about his favorite Filipino literature 👀 

Recording


Leseclub November 2022: Pola Asuh dan Tips Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Ala Jerman

Tema: ‘Malaikat Pelindungku yang Menakjubkan: Ketika Mama Sakit Kanker’ karya Kerstin Hermelink; Pola Asuh dan Tips Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Ala Jerman

Perwakilan Goethe Institut: Fita

Pengulas buku: Meita Eryanti (BBB Book Club)

Moderator: Puty Puar (BBB Book Club)

Narasumber:

Diana Scheib lahir di Frankfurt, Jerman dan menghabiskan masa kecilnya di Jerman dan di Indonesia. Dalam mendidik dan membesarkan ketiga anaknya beliau mencoba mengkolaborasikan pola asuh Jerman dan Indonesia.

Pustakalana Children’s Library adalah Perpustakaan Anak dan Ruang Terbuka yang berjalan sejak 1 Desember 2015 di Kota Bandung yang dijalankan dengan semangat kerelawanan serta bersifat not for profit. Setelah sebelumnya selama 2.5 tahun bertempat di Simpul Space #, Bandung Creative City Forum (BCCF).  Jalan Taman Cibeunying Selatan No.5, Bandung, saat ini Pustakalana berlokasi di: Lantai 2, Selaras Guest House

Tentang Acara

Bulan November ini kami kembali berbincang, membahas buku dan kebudayaan Jerman bersama Goethe Institut Bandung. Kali ini, alih-alih dengan universitas, Leseclub berkolaborasi dengan Pustakalana.

Diskusi dimulai dengan pembacaan buku ‘Malaikat Pelindungku yang Menakjubkan’ dari bab ‘Cerita Tentang Bubur Manis’. Para peserta membacakan lima halaman dari buku secara bergiliran.

Acara dilanjutkan dengan ulasan dari Meita Eryanti (@bbbbookclub) yang menjelaskan sinopsis buku ini, tujuan penulisan buku ini berdasarkan kalimat penutup dari Prof. Hermann Faller, dan bagian-bagian dari buku ini yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan pola asuh Jerman.

Setelah pembahasan buku, kami mengundang Ibu Diana Scheib dari Pustakalana untuk berbincang soal buku ‘Malaikat Pelindungku yang Menakjubkan’. Menurut Bu Diana, buku ini mencerminkan aspek budaya Jerman dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Dongeng sebagai referensi. Dongeng tentang bubur manis adalah salah satu dongeng dari The Brothers Grimm
  • Adanya rutinitas dalam kehidupan anak.
  • Keriaan dalam perayaan
  • Keterbukaan dalam membicarakan topik yang sulit, termasuk soal kematian

Pola asuh Jerman yang dialami dan diteruskan oleh Bu Diana, salah satunya adalah tentang menerapkan aturan dan rutinitas. Dalam budaya dan kehidupan sehari-hari di Jerman, aturan adalah hal yang dibiasakan dan juga diterapkan kepada anak. Hal ini mencerminkan kepercayaan kepada anak, bahwa anak adalah individu yang tidak dianggap remeh; diperlakukan secara dewasa, dapat memahami aturan dan bisa menerima kenyataan hidup. Tidak heran buku-buku anak Jerman tidak selalu ‘rainbows & butterflies’, ada buku-buku yang membahas topik-topik yang ‘berat’ ataupun aspek-aspek teknikal yang mungkin bisa jadi dirasa ‘terlalu serius’ untuk anak menurut pemabca Indonesia.

Menurut Bu Diana, sisi baik dari pola asuh Jerman seperti disiplin dan ketepatan waktu bisa diterapkan di Indonesia melalui komunikasi dan empati.

Tips membangun minat baca anak sejak dini ala ‘Jerman’:

  • Masukkan membaca sebagai rutinitas, misalnya sebelum tidur. Ciptakan keteraturan untuk membangun kebiasaan.
  • Siapkan buku di mana saja, termasuk di tas. Di Jerman terdapat buku-buku Pixie berukuran kecil dengan berbagai tema untuk bisa dibawa ke mana saja.
  • Bangun minat anak untuk membaca tanpa memaksnya untuk mengeja. Di Jerman, pelajaran membaca dan menulis baru dimulai di SD.

Vintage Pixie Books in German Collectible Kids Story Books ...

Sampai jumpa di Leseclub selanjutnya, 10 Desember 2022!

Ulasan Buku

Rangkuman Diskusi

Untuk Buibu & Manteman di Bandung, jika ingin meminjam buku terjemahan Jerman, Perpustakaan Goethe Institut buka untuk dikunjungi pada Senin hingga Sabtu pukul 09.30 hingga 17.30 WIB.

Pusat Kebudayaan Jerman
Jalan Martadinata 48, Bandung

Link terkait: https://www.goethe.de/ins/id/id/ver.cfm?event_id=24096518


Menerjemahkan Amerika Latin, Menjelajah Sastra Dunia

Selasa, 15 November 2022
19.00 WIB
IG Live @bbbbookclub & @labirinbuku

Narasumber: Gita Nanda, Penerbit Labirin Buku, penerjemah sastra Amerika Latin

Tentang:

Ketika berbicara tentang buku-buku dari Amerika, mungkin banyak dari kita yang langsung memikirkan buku-buku nonfiksi atau cerita metropop dengan predikat New York Times Best Seller. Namun, Amerika tidak hanya Amerika Serikat. Dari selatan Amerika, ada juga karya-karya Kesusastraan Amerika Latin.

Bagi Buibu dan Manteman penyuka sastra dunia, mungkin tidak asing dengan Gabriel Garcia Marquez yang merupakan penulis peraih nobel dari Amerika Latin. Atau, Buibu dan Manteman ada yang sudah membaca ‘Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang’ karya Luis Sepulveda?

Apa yang menarik dari karya sastra Amerika Latin? Mari kita bahas langsung dengan Gita Nanda dari @labirinbuku, seorang penerjemah buku-buku Sastra Amerika Latin dalam #BincangBincangBuku yang dapat ditonton melalui rekaman berikut.

Rekaman Diskusi


BBB @ JakTent: (The Things About) Women

Sabtu Pagi, 12 November 2022
10.30 – 12.00 WIB
Tempat: @JakTent, Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya No.73, Cikini, Jakarta

Berkolaborasi dengan Patjarmerah, kami mengundang Buibu & Manteman, bertemu secara offline di Jakarta Content Week dan berbincang soal buku & literatur bertema ‘keperempuanan’. Diskusi dipandu oleh Puty Puar dari BBB.

Dokumentasi Acara


Conversations on Mental Health: Stories We Share but Don’t Tell

Conversations on Mental Health: Stories We Share but Don’t Tell
Platform: Zoom
Saturday, 30 October 2022 (8 PM SGT)

Speaker

Hun Ming Kwang

As an internationally recognised spiritual teacher, professional artist, social healer, life coach, and community leader, Hun Ming Kwang is relentless in his mission to illuminate individuals to their deepest truths, callings and authentic selves, helping them awaken and harness their power to actualize their lives at their highest creative potential. Today, he has helped over 10,000 individuals transform their lives and attain a higher level of awareness.

He also focuses on championing humanitarian campaigns and efforts to invoke and inspire awareness on social causes such as mental health and suicide prevention at a national level. He is the founder and creative director of ThisConnect.today, where he designs and produces experiential art, interactive films and conscious conversations to make a difference to the public.

Moderator

Nadya Saib

Nadya is the Co-Founder and #WJteam at Wangsa Jelita, a social enterprise with a mission to promote well-being in products and services they offer. Her leadership capabilities have been recognized in communities such as the Global Shapers Community and ChangemakerXchange. She studied Pharmacy at Bandung Institute of Technology.

Recording

Takeaways


Leseclub Oktober 2022: Dongeng Negeri Bulan (Märchenmond)

Tema: ‘Dongeng Negeri Bulan’ karya Wolfgang Hohlbein

Perwakilan Goethe Institut: Sandra Ramdhania

Pengulas buku: Meita Eryanti (BBB Book Club)

Moderator: Puty Puar (BBB Book Club)

Narasumber:

Renny Yaniar

Renny Yaniar sudah menulis 173 buku cerita anak, dua judul di antaranya diterbitkan di Singapura dan Hongaria. Beberapa karyanya mendapat penghargaan, seperti Lautan Susu Coklat (Juara Pertama Adikarya IKAPI) dan buku 8 Kisah Indah tentang Sakura (IBBY Honour List).  Renny pernah menjadi wartawan, redaktur pelaksana, dan pemimpin redaksi di majalah-majalah anak di grup Kompas Gramedia. Dari tahun 2006 sampai sekarang, Renny aktif dalam kegiatan berbagi buku Rumah Riang, yang menyumbangkan buku-buku ke berbagai rumah baca dan komunitas di berbagai tempat di  Indonesia.

Dr. phil. Dian Ekawati, M.A.

Dosen program studi Sastra Jerman, Universitas Padjajaran.

Tentang Acara

Di Bulan September hingga Desember 2022, Goethe-Institut Bandung menyelenggarakan klub membaca secara virtual yang diadakan setiap bulan bekerja sama dengan Bbbbookclub dan Program Studi Bahasa Jerman dari berbagai universitas di Bandung. Rutin diadakan sejak tahun 2021, Leseclub bertujuan untuk memperkenalkan sastra Jerman modern yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Lebih dari membahas soal buku, diskusi virtual ini juga membahas tema yang terkait dengan buku dengan lebih luas dan hubungannya dengan budaya dan kehidupan di Jerman seperti film, duka cita, hingga kesenjangan sosial. Klub membaca ini ditujukan untuk siswa, anak sekolah dan mereka yang belajar bahasa Jerman dan berencana untuk bekerja sebagai pekerja terampil di Jerman.

Klub membaca di bulan Oktober ini membahas buku ‘Marchenmond’ atau ‘Dongeng Negeri Bulan’ karya Wolfgang dan Heike Holbein. Buku ini bercerita tentang Kim seorang anak laki- laki yang suka membaca buku fiksi ilmiah, pergi ke negeri Bulan untuk menyelamatkan Becky, adiknya yg ditawan oleh Booras, penguasa Negeri Kegelapan. Di Negeri Bulan, Kim bertemu dengan berbagai makhluk ajaib. Melalui cerita dongeng ini, kita akan mengingat kembali bahwa tidak ada orang atau tokoh yang benar-benar baik atau sepenuhnya jahat.

Dalam kegiatan ini, peserta bergiliran membaca cuplikan dari buku ‘Dongeng Negeri Bulan’ dan berdiskusi tentang isinya. Meita Eryanti dari BBBBookclub menyampaikan ulasan buku ini.

Kemudian diadakan diskusi yang dipandu oleh Puty Puar tentang buku, serta dongeng dan cerita anak secara umum dan hubungannya dengan Sastra Jerman. Di acara ini kami mengundang Renny Yaniar, seorang penulis cerita anak yang telah menulis ratusan buku, dan teman-teman dari Program Studi Sastra Jerman UNPAD.

Ulasan Buku

Rangkuman Diskusi

Untuk Buibu & Manteman di Bandung, jika ingin meminjam buku terjemahan Jerman, Perpustakaan Goethe Institut buka untuk dikunjungi pada Senin hingga Sabtu pukul 09.30 hingga 17.30 WIB.

Pusat Kebudayaan Jerman
Jalan Martadinata 48, Bandung

Link terkait: https://www.goethe.de/ins/id/id/ver.cfm?event_id=24096518