Di akhir pekan terakhir di bulan Juli, kami berkolaborasi bersama Members of Nature (MoNa) by WWF Indonesia untuk menyelenggarakan webinar bertajuk Suara Ibu untuk Harimau, Bersama Literasi Cipta Lestari dalam rangka Global Tiger Day 2025. Dalam webinar ini, kami mengundang 2 orang praktisi yang berpengalaman dalam konservasi Harimau Sumatera; Febri Anggriawan W. (Rimbang Baling, BB, Batang Hari Project Executant (Forest & Wildlife Program – Sumatra)) dan Beno Fariza Syahri (Wildlife Monitoring Specialist (Forest & Wildlife Program – Sumatra)).
Harimau Sumatra dalam Dunia Fiksi
Sesi diskusi kali ini diawali dengan ulasan buku oleh Meita Eryanti (BBB Book Club) yang membawa buku Jejak Balak karya Ayu Welirang. Buku ini mengeksplorasi hubungan antara inyiak (sebutan untuk harimau) dengan masyarakat adat di Sumatra Barat.
Kisah ini menyinggung dinamika yang kompleks antara hutan adat dan ekspansi perkebunan monokultur. Di satu sisi, kehadiran perusahaan membawa harapan akan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, perluasan lahan perkebunan menyisakan jejak perubahan pada bentang alam dan kehidupan di sekitarnya.
Dampak Kepunahan Harimau pada Ekosistem
Tidak keliru rasanya jika mengatakan bahwa Harimau Sumatra adalah the last one standing. Berdasarkan paparan dari Febri Anggriawan, spesies ini merupakan spesies terakhir yang tersisa dengan habitat alami di bawah garis khatulistiwa. Statusnya saat ini adalah critically endangered, padahal, harimau memiliki nilai penting dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi. Menurut Mas Febri, “kalau kita tidak melakukan intervensi atau upaya-upaya pencegahan yang signifikan, bukan tidak mungkin harimau akan berstatus punah di alam.”
Berperan dalam Konservasi
Sebagai masyarakat awam, apa yang dapat kita lakukan untuk berkontribusi dalam konservasi alam, atau lebih spesifik, konservasi harimau sumatra? Menurut kedua narasumber, membagikan awareness terkait isu harimau sumatra adalah langkah awal yang baik untuk mengarus utamakan isu ini. Selain itu, kita bisa lebih selektif dalam konsumsi dengan menghindari produk dari sumber-sumber yang berkontribusi pada penyusutan habitat harimau, dan terakhir, terlibat langsung dalam aksi-aksi konservasi yang dilakukan oleh komunitas peduli lingkungan.
Mau tahu lebih banyak? Kunjungi juga reportase lengkapnya di post instagram kami yang berikut ini ya:
Senang sekali bisa menghabiskan minggu pagi dengan belajar lebih banyak mengenai kekayaan alam di Indonesia. Terima kasih banyak untuk kolaborator, pengisi acara, dan peserta yang sudah mendukung berjalannya acara ini. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal kita untuk terus terlibat dalam langkah-langkah pelestarian lingkungan.



