Skill ‘Tersembunyi’ yang Wajib Anak Kuasai di Era Digital

Ditulis oleh Content Team, Afra Afifah

Sabtu, 7 Maret 2026, Buibu Baca Buku berkolaborasi dengan Smartick Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Thinking Habit for Future Kids: Membangun Cara Berpikir Anak dari Rumah”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh berbagai kalangan, khususnya ibu dan perempuan yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan dan perkembangan anak di rumah. 

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dan numerasi sebagai keterampilan hidup (life skills). Kegiatan ini juga mendorong peningkatan kualitas literasi di rumah lewat kegiatan-kegiatan interaktif seperti membaca bersama anak, diskusi, dan juga aktivitas yang dapat menumbuhkan budaya literasi dalam keluarga. 

Acara ini dipandu oleh Kak Dita dari BBB Book Club dan menghadirkan dua narasumber yang berkecimpung di bidang pendidikan dan literasi, yaitu Kak Galih Sulistyaningra (CEO dan Co-founder Smartick Indonesia) dan Kak Puty Puar (Founder dan Executive Director BBB Book Club). 

Sebelum memasuki pemaparan materi, juga ada ulasan buku “The Whole Brain Child” oleh Kak There dari BBB Book Club yang menjelaskan bagaimana perkembangan otak anak bekerja dan bagaimana orang tua dapat membantu mengintegrasikan fungsi otak kiri dan kanan melalui interaksi sehari-hari. 

Buibu dan Manteman yang penasaran sama bukunya bisa mampir ke post kami yang ini yaa:

Literasi dan Numerasi sebagai Fondasi Keterampilan Masa Depan 

Dalam sesi pemaparannya, Kak Galih menjelaskan betapa pentingnya mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi tantangan masa depan dengan mengajarkan mereka keterampilan abad ke-21. Skill dapat dibagi menjadi tiga kategori: keterampilan inti (core skills), kompetensi, dan karakter. Namun, menekankan literasi sebagai kecakapan paling dasar. 

“Literasi adalah kemampuan fundamental. Dari literasi ini lahir banyak turunan lain, mulai dari literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan lain sebagainya,”

Galih Sulistyaningra

Kak Galih menyatakan bahwa literasi modern mencakup kemampuan untuk menavigasi sejumlah besar data serta kemampuan untuk membaca teks secara umum. Literasi numerasi sangat penting untuk pemikiran rasional dan pemecahan masalah sehari-hari. Menurutnya, numerasi membantu dalam merumuskan masalah, menentukan prioritas, dan menemukan solusi. Kemampuan numerasi, yaitu kemampuan memecah masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah diselesaikan, juga menjadi dasar pikiran komputasi. 

Literasi sebagai Kemampuan Memahami dan Mengolah Informasi 

Sementara itu, Kak Puty menekankan betapa pentingnya memahami literasi secara lebih luas di tengah kemajuan teknologi dan AI. Jika kita melihat perkembangan keterampilan dari waktu ke waktu, memang selalu berubah. Tapi keterampilan dasar seperti literasi dan numerasi tetap menjadi fondasi yang tertanam dalam banyak kemampuan lainnya, kata kak Puty, mengacu pada temuan dari World Economic Forum

Selain itu, Kak Puty menekankan bahwa pemahaman literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Dia percaya bahwa literasi adalah kemampuan untuk memahami berbagai jenis data dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menganalogikan proses literasi dengan membuat balok permainan. Jika dianalogikan dengan Lego, kita harus mengumpulkan kepingnya, tetapi sekarang justru kepingnya sangat banyak. Menurutnya, masalahnya adalah bagaimana kita memilih, menyusun, dan menghubungkan bagian-bagian itu agar menjadi sesuatu yang utuh. 

Selain itu, Kak Puty mengatakan bahwa kemampuan mengolah data dapat ditingkatkan dengan bekerja sama dengan orang lain, yang memungkinkan seseorang untuk menyelesaikan masalah yang lebih sulit. 

Melalui webinar ini, BBB dan Smartick Indonesia berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk cara berpikir anak. Dengan dukungan lingkungan rumah yang kaya akan interaksi belajar, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang kritis, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Terima kasih untuk Buibu dan Manteman yang sudah berpartisipasi dan kolaborator yang mendukung berjalannya kegiatan ini. Sampai bertemu di lain kesempatan!

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.