#BincangBukuIbupreneur July – Memperjuangkan Mimpi Ibu!

Setelah menjadi Ibu, banyak perempuan yang ‘berpisah’ dengan mimpi-mimpi pribadinya. Mimpi pribadi tersebut mungkin harus melebur dengan mimpi keluarga yang memprioritaskan karir suami dan tumbuh kembang anak, atau boleh jadi ada mimpi-mimpi baru yang berbeda dan tumbuh setelah kita melepaskan ambisi masa muda?

Dalam program #BincangBukuEntrepeneur kolaborasi antara Buibu Baca Buku dan Ibu Punya Mimpi, kami dari team BBB merekomendasikan 3 buah buku yang walau tampak berbeda tapi sebenarnya bisa membawa kita kepada percakapan bahwa mimpi perempuan setelah menjadi ibu boleh jadi berbeda dan sangat tergantung situasi. Perwujudannya juga bisa jadi berbeda, misalnya untuk menjadi perempuan yang terus belajar, bisa jadi situasi memungkinkan kita untuk mengejar beasiswa akademik untuk pendidikan yang lebih tinggi. Namun, bisa jadi mimpi untuk terus belajar diwujudkan dulu dengan belajar melalui praktik dan membaca buku.

Namun demikian, pada akhirnya, dukungan sesama perempuan adalah hal sangat penting. Sering kali cibiran seperti, “Sudah punya keluarga dan anak, kenapa sih masih ingin ini dan itu, sekolah lagi lah, mengejar karir lah, bukannya bersyukur saja duduk tenang di rumah?” datangnya justru dari sesama perempuan.

Kami percaya bahwa dengan saling mengerti dan berempati, perempuan bisa saling mendukung untuk belajar, berdaya dan meraih mimpi bersama-sama.

*

The Moment of Lift – Melinda Gates
Flatiron Books, 2019

The Moment of Lift’ merupakan buku tulisan Melinda French Gates. Yup, mantan istri Bill Gates dan juga co-chair & founder Bill & Melinda Gates Foundation.

Buku bertemakan women empowerment / pemberdayaan perempuan ini ditulis secara personal oleh Melinda dalam berbagai konteks, mulai dari pengalamannya bertemu dengan perempuan dari daerah dengan kemiskinan ekstrem di Afrika dan India, pengalaman pribadinya sebagai anak dari seorang aerospace engineer, karyawan Microsoft, sampai sebagai stay at home mom.

Banyak bagian dari buku ini yang memberi sudut pandang baru terhadap kesetaraan gender juga rasa skeptis saya terhadap kesan bagaimana orang-orang dari negara maju selalu ingin memaksakan ‘mimpi dan standar kelayakan hidup’ mereka ke seluruh dunia, termasuk negara-negara dunia ketiga. Namun demikian, melalui buku ini, saya lebih memahami bahwa sebenarnya perempuan memiliki harapan yang sama: untuk hidup dan memberi yang terbaik baik untuk anak. Sayangnya, untuk mencapai mimpi yang paling sederhana saja masih sangat sulit.

Ada cukup banyak cerita pahit mulai dari anak perempuan yang dipaksa menikah di bawah umur, perempuan yang meninggal karena akses ke fasilitas persalinan yang sangat terbatas, pekerja seks komersil sampai petani.

Menurut saya, buku ini ditulis dengan ‘humble’ dan kesadaran penuh akan privilege yang dimliki oleh Melinda dan Bill Gates. Bahkan ada bagian yang terasa relatable, misalnya pembagian tugas ANJAS (ANtar Jemput Anak Sekolah) di keluarga, heheh.

*

The Visual MBA – Jason Barron
Portfolio Penguin, 2019

Buku ini merupakan catatan atau resume kuliah Jason Barron selama mengenyam Pendidikan MBA (Master of Business Administration) di Brigham Young University. Yup, buku ini berisi doodles dan mind-map dari materi-materi kuliah MBA. Cukup banyak pembahasan yang disederhanakan sehingga kita mudah mengerti, misalnya soal perbedaan antara ‘asset’, ‘liabilities’, ‘equity’, bagaimana menghitung debt-to-equity, net profit margin, ROE, dst. Buku ini juga membahas soal strategi, marketing, talent development, leadership, dan masih banyak hal lain yang sebenarnya menarik untuk diketahui pada Ibupreneur.

Kami percaya bahwa belajar lagi setelah menjadi ibu bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan membaca dan langsung praktek alias ‘learning by doing’. Pas dong dengan Ibupreneur yang sedang merintis bisnis? 

*

Romansa MamaSiswa – Mama-mama penerima beasiswa LPDP PK-151
Orbit, 2021

Kalau buku ‘Visual MBA’ cocok untuk Ibupreneur yang ingin belajar kembali sambil praktik, buku ‘Romansa MamaSiswa’ ini cocok untuk yang bermimpi untuk belajar kembali dengan di jalur akademik alias kuliah lagi.

Buku ini merupakan kumpulan cerita dari mama-mama penerima beasiswa LPDP PK-151 yang sekolah lagi setelah berkeluarga. Ada berbagai rasa yang tercurah dari hati mulai dari soal keraguan untuk mengejar mimpi, kerinduan pada keluarga, sampai alasan-alasan kuat yang meneguhkan segala keinginan. Buku ini tidak hanya bicara soal menggapai mimpi tapi juga perjuangan untuk saat mewujudkannya. Sesuatu yang sangat relevan dengan keadaan kita sekarang yang mungkin terlalu banyak melihat perwujudan mimpi melalui Instagram, yang hanya sepersekian dari apa yang ada di baliknya 


Diskusi melalui IG Live

Pada Jumat, 30 Juli 2021, 19.00 WIB @bbbbookclub & @ibupunyamimpi melakukan diskusi melalui program Instagram Live, mengundang bintang tamu Dewisya (@peonyandherself). Simak rekaman obrolan mereka soal buku dan mimpi ibu setelah menikah pada IGTV berikut:


Published by Puty

Mom, illustrator, content creator, book author & enthusiast. Based in Jakarta Greater Area, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: