Family Fun Food Day: Belajar Pangan Sehat Lewat Kegiatan Menyenangkan

Ditulis oleh Content Team: Afra Afifah

Pada Sabtu pagi (25/7), Paviliun Selatan, Tebet Eco Park, dipenuhi keluarga yang datang untuk bermain sekaligus belajar tentang pangan. Dalam kegiatan Family Fun Food Day, orang tua dan anak diajak mengenal lebih dekat pentingnya pola makan sehat serta pangan lokal melalui berbagai permainan dan aktivitas.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini diselenggarakan oleh Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) berkolaborasi dengan BBB Book Club. Acara dimulai dengan kegiatan senam pagi diiringi lagu-lagu daerah Nusantara yang membuat suasana menjadi hidup dan ceria. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan KSPL dan juga BBB Book Club.

Rangkaian acara berlanjut ke kegiatan ini, yaitu Family Game Show. Dari sekitar 100 keluarga yang mendaftar, 15 tim dipilih untuk mengikuti family game. Permainan berlangsung dalam beberapa pos yang harus diikuti setiap keluarga. Bukan sekadar permainan untuk mencari pemenang, setiap pos membawa materi yang berkaitan dengan makanan dan pola makan sehari-hari. Peserta diajak belajar menakar pola makan seimbang dalam satu piring, menebak berbagai rempah Nusantara, hingga menyusun puzzle game tentang makanan bergizi.

Kredit foto: Koalisi Sistem Pangan Lestari

Orang tua dan anak pun harus bekerja sama menyelesaikan setiap tantangan. Suasana permainan berlangsung ramai dan penuh tawa, terutama ketika peserta harus mengandalkan pengetahuan sekaligus kekompakan tim.

Di luar area permainan, tersedia pula sejumlah kegiatan untuk anak. Ada kids corner yang menyediakan buku untuk dibaca dan kertas gambar bertema pangan lokal untuk diwarnai. Anak-anak juga bisa mencoba face painting di pojok kreativitas. Para pengunjung umum juga dapat mengambil foto di photobox bertemakan Family Fun Food Day dan juga bisa mendapatkan pembatas buku dan stiker menarik di meja registrasi.

Yang tak kalah menarik adalah kesempatan mencicipi berbagai pangan Nusantara. Jagung, ubi, dan pisang rebus tersedia untuk dinikmati peserta. Beberapa makanan tradisional juga diperkenalkan, seperti babengka, kue khas Sulawesi Utara yang dibuat dari tepung terigu, gula merah, cincangan kenari, dan sedikit aroma kayu manis. Ada pula lampet ubi ungu khas Batak yang berbahan dasar ubi ungu dan gula merah, kemudian dibungkus dengan daun pisang. Juga lumpia ayam yang turut disajikan sebagai makanan yang memperlihatkan proses akulturasi antara budaya lokal Kota Lama Semarang dan kawasan Pecinan.

Lewat berbagai aktivitas tersebut, pangan diperkenalkan bukan hanya sebagai sesuatu yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga sebagai bagian dari pengetahuan keluarga. Anak-anak dapat mengenal bahan pangan dan makanan dari berbagai daerah secara langsung, sementara orang tua diajak kembali melihat peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan anak.

Family Fun Food Day akhirnya menjadi pagi yang diisi dengan permainan, membaca, mewarnai, mencicipi makanan, dan tentu saja waktu bersama keluarga. Dari aktivitas sederhana tersebut, peserta diajak melihat bahwa mengenalkan pola makan sehat dan pangan lokal kepada anak bisa dimulai dari rumah, sambil bermain dan menikmati makanan bersama.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.